52 Persen Warga Spanyol Jadikan Keluarga Fondasi Cinta Sepak Bola

52 Persen Warga Spanyol Jadikan Keluarga Fondasi Cinta Sepak Bola

Categories :

Beritabolalive.com — Di Spanyol, sepak bola bukan sekadar olahraga; ia adalah bagian dari identitas nasional dan kehidupan sehari-hari. Menariknya, sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa lebih dari separuh warga Spanyol mengaitkan kecintaan mereka terhadap sepak bola dengan keluarga. Data ini menegaskan peran keluarga sebagai fondasi yang kuat dalam menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga paling populer di Negeri Matador.

Survei yang dilakukan oleh Instituto Nacional de Estadística (INE) pada akhir 2025 menyoroti bahwa sekitar 52 persen responden mengaku mulai menyukai sepak bola karena pengaruh orang tua atau anggota keluarga dekat. Mayoritas dari mereka mengatakan, kenangan menonton pertandingan bersama ayah, ibu, atau saudara di rumah maupun stadion menjadi momen penting yang membentuk ikatan emosional mereka dengan klub favorit.

“Sepak bola di Spanyol lebih dari sekadar hiburan. Ini adalah tradisi keluarga yang diturunkan dari generasi ke generasi,” ujar Javier López, seorang pengamat olahraga dari Madrid. Menurutnya, budaya menonton sepak bola bersama keluarga telah menjadi bagian dari pembelajaran nilai sosial, seperti solidaritas, persaingan sehat, dan kebanggaan identitas lokal.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di kalangan penggemar klub-klub besar seperti Real Madrid atau FC Barcelona. Survei juga menemukan bahwa warga kota kecil atau komunitas pedesaan sering mengaitkan kecintaan mereka dengan turnamen lokal yang disaksikan bersama anggota keluarga. Bahkan, anak-anak yang terpapar sepak bola sejak dini melalui aktivitas keluarga cenderung lebih aktif mengikuti liga lokal atau kegiatan olahraga di sekolah.

Selain faktor keluarga, penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengalaman bersama teman sebaya dan lingkungan sosial memiliki peran signifikan, meski tetap kalah dibanding pengaruh keluarga. Sekitar 30 persen responden menyebut teman dekat sebagai alasan utama mereka mulai menyukai sepak bola, sedangkan 18 persen lainnya menekankan media massa dan internet sebagai sarana awal mengenal olahraga ini.

Fenomena ini memiliki implikasi sosial yang menarik. Di satu sisi, keterikatan emosional yang dibangun sejak kecil membuat warga Spanyol lebih loyal terhadap klub favorit mereka, yang berdampak pada dukungan finansial melalui pembelian merchandise dan tiket pertandingan. Di sisi lain, hal ini menciptakan konteks sosial di mana identitas keluarga dan komunitas sering kali bersinggungan dengan identitas klub, bahkan sampai ke level simbolik seperti warna, chant, dan ritual menonton pertandingan.

Para ahli psikologi olahraga menyoroti bahwa keterlibatan keluarga dalam menonton sepak bola dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak. “Anak-anak belajar tentang emosi, kemenangan, kekalahan, dan kerja tim dari menonton bersama keluarga. Ini juga menjadi ruang untuk mengajarkan empati, toleransi, dan rasa hormat terhadap lawan,” jelas Dr. María Sánchez, pakar psikologi olahraga dari Universitas Barcelona.

Selain nilai emosional dan sosial, survei ini juga menemukan tren ekonomi menarik. Banyak keluarga Spanyol mengalokasikan anggaran khusus untuk menghadiri pertandingan sepak bola atau membeli perlengkapan klub favorit. Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap sepak bola bukan hanya soal hiburan, tetapi juga bagian dari budaya konsumsi yang melekat pada kehidupan keluarga.

Kecenderungan menurunkan kecintaan pada sepak bola dari satu generasi ke generasi berikutnya tampak kuat, tetapi tidak mutlak. Beberapa anak justru mengembangkan minat pada olahraga lain, meski tetap mempertahankan loyalitas terhadap klub yang dibentuk oleh keluarga mereka. Fenomena ini menunjukkan adanya dinamika antara tradisi keluarga dan pilihan individual dalam membentuk preferensi olahraga.

Secara keseluruhan, data ini menegaskan bahwa sepak bola di Spanyol lebih dari sekadar olahraga profesional; ia adalah medium yang menyatukan keluarga, menguatkan nilai sosial, dan membangun identitas kolektif. Dari stadion besar hingga ruang tamu di rumah, sepak bola tetap menjadi pengikat emosi yang sulit tergantikan, dan keluarga menjadi pintu utama untuk mengenalkan keindahan serta semangat kompetitif olahraga ini.

Sebagai penutup, jelas bahwa lebih dari setengah warga Spanyol menempatkan keluarga sebagai fondasi cinta mereka terhadap sepak bola. Hal ini menggarisbawahi peran sentral institusi keluarga dalam menanamkan minat, loyalitas, dan nilai-nilai yang melekat pada olahraga yang telah lama menjadi bagian dari budaya nasional Spanyol. Dengan cara ini, setiap gol, setiap sorak sorai, dan setiap pertandingan bukan hanya momen olahraga, tetapi juga momen keluarga yang memperkuat ikatan lintas generasi.