WAG Istri Pemain Sepak Bola Paling Boros di Inggris

WAG Istri atau Pacar Pemain Sepak Bola Paling Boros di Inggris

Categories :

Beritabolalive.comsingkatan dari “Wives and Girlfriends” pemain sepak bolatelah menjadi bagian menarik dari budaya sepak bola Inggris sejak era 2000-an. WAG sering menjadi sorotan media karena gaya hidup glamor mereka, termasuk fesyen mewah, liburan eksklusif, dan kehidupan sosial yang selalu mencuri perhatian. Di antara mereka, beberapa WAG terkenal karena dianggap paling boros, menunjukkan sisi lain dari kehidupan yang tampak sempurna di layar kaca dan media sosial.

Fenomena WAG di Inggris

Budaya WAG mulai mencuat terutama saat Piala Dunia 2006, ketika media Inggris mulai menyorot pasangan pemain tim nasional. Penampilan mereka di tribun stadion, pakaian desainer, dan gaya hidup glamor menarik perhatian publik. Sejak itu, istilah WAG menjadi bagian dari kosakata sepak bola Inggris dan bahkan media hiburan.

WAG bukan hanya pasangan pemain, tetapi juga menjadi figur publik sendiri. Banyak dari mereka yang memiliki karier di bidang mode, televisi, atau media sosial. Namun, sorotan utama tetap pada gaya hidup mewah dan, terkadang, keborosan mereka dalam membeli barang mahal atau mengadakan liburan eksklusif.

Gaya Hidup Mewah dan Boros

Salah satu alasan WAG dianggap boros adalah investasi mereka pada fashion dan aksesori mewah. Tas Hermes, sepatu desainer, gaun couture, dan perhiasan mahal menjadi bagian rutin dari penampilan mereka. Tidak jarang, total pengeluaran untuk pakaian dan aksesori bisa mencapai ratusan ribu poundsterling per tahun. Media dan penggemar sering menghitung “tagihan fesyen” WAG, menjadikannya berita hangat di tabloid dan majalah lifestyle.

Selain fesyen, WAG juga dikenal sering berlibur ke destinasi eksotis dengan biaya fantastis. Bali, Maldives, Saint-Tropez, dan Ibiza termasuk tujuan favorit. Liburan ini bukan sekadar bersantai, tetapi juga menjadi momen dokumentasi di media sosial, yang semakin memperkuat citra mereka sebagai sosok glamor dan bergaya hidup tinggi.

Beberapa WAG Paling Boros di Inggris

Di antara WAG yang terkenal karena keborosannya, beberapa nama selalu muncul dalam daftar media Inggris:

Coleen Rooney
Istri Wayne Rooney, mantan kapten tim nasional Inggris, terkenal dengan gaya hidup glamor selama karier Rooney di Manchester United dan Everton. Coleen sering terlihat mengenakan pakaian desainer dan tas mewah dalam berbagai acara sosial. Meskipun kini lebih fokus pada keluarga, reputasi sebagai WAG boros tetap melekat pada namanya.

Victoria Beckham
Meskipun kini lebih dikenal sebagai fashion designer sukses, Victoria Beckham, istri David Beckham, pernah menjadi simbol WAG paling glamor di era 2000-an. Gaya hidup mewah, fashion mewah, dan aksesori mahal membuatnya menjadi sorotan media internasional.

Rebekah Vardy
Istri Jamie Vardy dari Leicester City ini dikenal sering tampil glamor dan berbelanja barang-barang mahal. Kehidupan sosialnya, termasuk pesta mewah dan perjalanan ke destinasi eksklusif, membuatnya menjadi salah satu WAG yang paling diperhatikan media.

Toni Duggan (pasangan sebelumnya)
Beberapa WAG lainnya yang sempat menjadi sorotan karena gaya hidup boros termasuk pasangan pemain terkenal yang kerap menghadiri pesta eksklusif dan mengunggah gaya hidup mereka di media sosial.

Kontroversi dan Kritikan

Tidak semua orang melihat gaya hidup WAG secara positif. Media dan publik terkadang mengkritik keborosan mereka, terutama ketika dilakukan di tengah isu ekonomi atau kondisi sosial tertentu. Label “boros” sering melekat pada mereka, meski banyak WAG yang juga memiliki karier mandiri dan sumber pendapatan sendiri.

Kritik ini kadang memunculkan debat: apakah WAG memang terlalu boros, atau media sengaja memperbesar citra glamor mereka untuk menarik perhatian? Banyak WAG yang menekankan bahwa pengeluaran mereka berasal dari pendapatan pribadi dan investasi dalam karier, bukan semata-mata menumpang kekayaan pasangan.

Media Sosial dan Peranannya

Media sosial memainkan peran besar dalam membentuk citra WAG boros. Instagram, TikTok, dan platform lainnya menjadi sarana untuk memamerkan fesyen, liburan, dan gaya hidup mewah. Setiap postingan dapat menarik perhatian ribuan bahkan jutaan pengikut, yang semakin memperkuat citra glamor mereka.

Namun, media sosial juga memberi WAG kesempatan untuk menampilkan sisi lain, termasuk kegiatan amal, bisnis, dan kehidupan keluarga. Dengan begitu, publik dapat melihat bahwa meskipun gaya hidup mewah, banyak WAG yang juga aktif berkarier dan berbagi inspirasi positif.

Kesimpulan

Fenomena WAG di Inggris menunjukkan sisi glamor dan kontroversial dunia sepak bola. Beberapa WAG memang terkenal karena keborosannya dalam fesyen, liburan, dan gaya hidup mewah. Mereka menjadi sorotan media dan publik, sekaligus simbol dari kehidupan glamor yang melekat pada pemain sepak bola profesional.

Meski demikian, tidak semua yang terlihat di layar atau media sosial mencerminkan keseluruhan realitas. Banyak WAG yang juga memiliki karier sendiri, berinvestasi, dan menggunakan platform mereka untuk hal positif. Label “boros” kadang lebih mencerminkan persepsi media daripada fakta.

Akhirnya, fenomena WAG mengajarkan kita tentang kompleksitas kehidupan selebritas dan pasangan pemain sepak bola. Mereka bukan hanya pendamping pemain, tetapi individu dengan pilihan gaya hidup, karier, dan pandangan mereka sendiri. Gaya hidup glamor dan boros mungkin mencuri perhatian, tetapi di balik itu, banyak WAG yang cerdas, mandiri, dan berdedikasi pada karier serta keluarga mereka.