Deretan Pertandingan Paling `Absurd` di Piala Dunia
Berita Bola Live — Namun di antara ribuan pertandingan yang pernah di gelar sejak 1930, ada sejumlah laga yang tercatat sebagai pertandingan paling tidak masuk akal, menembus batas logika dan meninggalkan luka, tawa, serta kenangan abadi di benak penonton.
Dari skor absurd, gol terakhir yang mengejutkan, hingga keputusan kontroversial yang mengguncang dunia, pertandingan-pertandingan berikut menjadi bukti bahwa sepak bola adalah permainan tanpa kepastian. Ia bisa memecah hati jutaan orang dalam hitungan detik, namun juga mampu menciptakan momen yang akan terus di kenang lintas generasi.
Brasil 1–7 Jerman (Piala Dunia 2014 – Semifinal)
Pertandingan ini mungkin merupakan kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia modern. Di Estádio Mineirão, Brasil yang tampil sebagai tuan rumah di hancurkan Jerman dengan skor 1–7, menyisakan trauma mendalam bagi publik Negeri Samba.
Yang membuat laga ini begitu mengejutkan bukan hanya skornya, tetapi juga cara kekalahan itu terjadi. Hanya dalam waktu enam menit, Jerman mencetak empat gol beruntun peristiwa yang hampir tidak pernah terjadi di level sepak bola profesional, apalagi di semifinal Piala Dunia. Seluruh stadion yang sebelumnya bergemuruh berubah menjadi sunyi. Penonton terlihat menangis, saling menatap tak percaya, seolah menyaksikan mimpi buruk terjadi di depan mata.
Kekalahan ini kemudian di sebut sebagai Mineirazo, merujuk pada tragedi Maracanazo tahun 1950 ketika Brasil kalah di final dari Uruguay. Banyak analis menilai kekalahan telak ini terjadi karena tekanan mental yang luar biasa, absennya Neymar dan Thiago Silva, serta kedisiplinan taktis Jerman yang tampil tanpa ampun.
Hingga hari ini, skor tersebut masih menjadi bahan diskusi, meme, dan analisis tak berujung. Tidak ada yang menyangka Brasil negara dengan lima gelar Piala Dunia bisa kalah dengan cara semenyakitkan itu di kandang sendiri.
Korea Selatan 2–1 Italia (Piala Dunia 2002 – Babak 16 Besar)
Salah satu laga paling kontroversial dalam sejarah sepak bola dunia. Bermain sebagai tuan rumah, Korea Selatan berhasil menang 2–1 atas Italia melalui perpanjangan waktu. Namun kemenangan tersebut di bayangi oleh serangkaian keputusan wasit yang di anggap merugikan Italia.
Wasit Byron Moreno menjadi figur sentral dalam kontroversi ini. Italia merasa di rugikan setelah gol Damiano Tommasi dianulir karena di anggap offside, padahal tayangan ulang menunjukkan situasinya sangat tipis. Selain itu, bintang Italia Francesco Totti di ganjar kartu merah karena di anggap melakukan diving, meskipun banyak yang menilai ia di jatuhkan dengan jelas.
Pada akhirnya, Ahn Jung-hwan mencetak gol emas (golden goal) yang mengakhiri pertandingan dan mengirim Italia pulang. Gol tersebut membuat seluruh stadion meledak dalam euforia, tetapi juga menimbulkan kemarahan besar di Italia. Pers Italia menyebut pertandingan ini sebagai “skandal terbesar Piala Dunia modern,” dan hingga kini masih di anggap sebagai salah satu laga paling tidak adil.
Kontroversi itu semakin bergaung setelah bertahun-tahun kemudian Byron Moreno terlibat berbagai kasus hukum di negaranya, membuat sebagian pendukung Italia semakin yakin bahwa ada yang tidak biasa terjadi pada pertandingan tersebut.