Timnas Indonesia Ingin Lawan Jerman dan Prancis, PSSI Diminta Antre 8 Tahun!

Timnas Indonesia Ingin Lawan Jerman dan Prancis, PSSI Diminta Antre 8 Tahun!

Categories :

Beritabolalive.com — Pada tahun 2017, publik sepak bola Indonesia sempat dikejutkan oleh cerita di balik layar mengenai upaya PSSI untuk mempertemukan Timnas Indonesia dengan dua raksasa sepak bola dunia: Jerman dan Prancis. Gagasan tersebut bukan sekadar wacana, melainkan sebuah langkah nyata yang di lakukan oleh Direktur Hubungan Internasional dan Media PSSI saat itu, Hanif Thamrin. Keinginannya sederhana namun penuh ambisi: menghadirkan pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia dengan dua negara yang memiliki tradisi sepak bola kelas dunia.

Inisiatif tersebut lahir dari keinginan untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman internasional pemain. Indonesia bermain melawan tim-tim besar Eropa tentu akan memberikan pelajaran berharga, tidak hanya bagi pemain, tetapi juga bagi pelatih serta ekosistem sepak bola nasional. Namun, seperti halnya banyak rencana besar lainnya, jalan menuju realisasi tidaklah mudah.

Upaya PSSI: Menghubungi DFB dan FFF

Dalam upayanya, Hanif Thamrin mengambil langkah proaktif dengan menghubungi Departemen Hubungan Internasional Federasi Sepakbola Jerman (DFB) serta Federasi Sepakbola Prancis (FFF). Kontak ini dilakukan secara resmi dan mencerminkan profesionalisme PSSI dalam membuka peluang kerja sama internasional.

Respons dari kedua federasi tersebut ternyata sangat positif dari sisi komunikasi. Mereka menyambut baik niat baik PSSI dan tidak menutup pintu terhadap peluang pertandingan melawan Timnas Indonesia. Namun, di balik sambutan positif itu, ada kenyataan yang tak bisa ditawar: jadwal mereka begitu padat hingga antrean untuk menjadwalkan sebuah pertandingan persahabatan bisa mencapai bertahun-tahun.

Menurut Hanif, pihak DFB dan FFF menjelaskan bahwa kalender pertandingan timnas mereka sangat ketat. Setiap tahun, timnas Jerman dan Prancis harus mengikuti berbagai agenda resmi seperti Kualifikasi Piala Dunia, Kualifikasi Piala Eropa, UEFA Nations League, hingga pertandingan persahabatan yang sudah di rencanakan jauh-jauh hari. Setiap federasi besar biasanya memiliki program yang sudah tersusun hingga bertahun-tahun ke depan, sehingga membuka slot baru bukanlah perkara mudah.

Respons mereka pun cukup mengejutkan: PSSI harus bersabar, karena antrean untuk bisa mendapatkan jadwal pertandingan persahabatan dengan Jerman atau Prancis bisa memakan waktu hingga delapan tahun ke depan.

Mengapa Harus Menunggu Begitu Lama?

Delapan tahun bukan waktu yang sebentar, namun dalam konteks sepak bola internasional, hal tersebut bukanlah hal aneh. Tim-tim besar seperti Jerman dan Prancis memiliki reputasi tinggi dan permintaan pertandingan dari berbagai negara di seluruh dunia. Banyak federasi yang ingin menjajal kemampuan timnya melawan tim elite demi meningkatkan kualitas pemain atau meningkatkan pamor sepak bola domestik.

Selain itu, pertandingan persahabatan bagi negara-negara besar sering di fokuskan untuk kepentingan teknis tertentu. Mereka biasanya memilih lawan yang cocok dengan kebutuhan taktik pelatih. Seperti mempersiapkan diri menghadapi lawan tertentu di turnamen besar. Contohnya, jika mereka akan menghadapi tim Asia di Piala Dunia, mereka mungkin akan menjadwalkan uji coba dengan negara Asia yang gaya bermainnya sesuai kebutuhan analisis.

Dalam hal ini. Indonesia mungkin tidak masuk dalam prioritas utama mereka untuk periode tersebut. Meski demikian. Respons positif mereka tetap menunjukkan bahwa pintu komunikasi tetap terbuka.

Pelajaran dan Harapan untuk Sepak Bola Indonesia

Meskipun pada akhirnya rencana pertandingan tersebut tidak terjadi, inisiatif dari Hanif Thamrin menunjukkan langkah progresif PSSI dalam membangun hubungan internasional. Upaya ini menjadi pelajaran berharga bahwa membangun jejaring di tingkat internasional memerlukan waktu. Konsistensi, dan diplomasi yang baik.

Tentu. Jika keinginan tersebut dapat di realisasikan di masa depan. Dampaknya akan sangat besar bagi sepak bola Indonesia. Pertandingan melawan negara kelas dunia tidak hanya akan menarik perhatian publik, tetapi juga memberi pengalaman yang sangat berharga bagi pemain.

Kini. Ketika sepak bola Indonesia terus berkembang, baik dari sisi infrastruktur maupun prestasi. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu hari Timnas Indonesia benar-benar bisa berhadapan dengan Jerman atau Prancis dalam sebuah laga resmi maupun persahabatan. Yang terpenting, upaya diplomasi seperti yang dilakukan Hanif Thamrin tetap dilanjutkan dan diperkuat.